Minggu 9.
Forum : Berkaitan dengan Quiz di atas bagaiamankah prosesnya pada perusahaan
saudara atau pada perusahaan yang
saudara amati.
Langkah-langkah yang diperlukan dalam siklus pengembangan suatu sistem
informasi untuk membangun dan mengimplementasikan sistem informasi bisnis di
suatu perusahaan.
Pengembangan sistem informasi manajemen dilakukan melalui beberapa tahap,
dimana masing-masing langkah menghasilkan suatu yang lebih rinci dari tahap
sebelumnya. Tahap awal dari pengembangan sistem umumnya dimulai dengan
mendeskripsikan kebutuhan pengguna dari sisi pendekatan sistem rencana
stratejik yang bersifat makro, diikuti dengan penjabaran rencana stratejik dan
kebutuhan organisasi jangka menengah dan jangka panjang. Masukan (input) utama
yang dibutuhkan dalam tahap ini mencakup:
• Kebutuhan stratejik organisasi
• Aspek legal pendukung organisasi
• Masukan kebutuhan dari pengguna
Secara garis besar ada enam tahap yang biasa dijadikan sebagai batu pijakan
atau model dalam melaksanakan aktivitas pengembangan sistem informasi, yaitu:
perencanaan, analisis, desain, konstruksi, implementasi, dan pascaimplementasi.
1. Tahap Perencanaan
Tahap ini merupakan suatu rangkaian kegiatan sejak ide pertama yang
melatarbelakangi pelaksanaan pengembangan sistem tersebut dilontarkan. Dalam
tahap perencanaan pengembangan sistem harus mendapatkan perhatian yang sama
besarnya dengan merencanakan proyek-proyek besar lainnya, seperti perencanaan
pengadaan perangkat jaringan teknologi informasi (TI), rencana membangun gedung
kantor 15 tingkat. Keuntungan-keuntungan yang diperoleh jika proyek
pengembangan sistem informasi direncanakan secara matang, mencakup:
Ruang lingkup proyek
dapat ditentukan secara jelas dan tegas. Unit organisasi, kegiatan ataun sistem
yang mana yang akan dilibatkan dalam pengembangan ini dan unit mana yang tidak
dilibatkan? Informasi ini memberikan perkiraan awal besarnya sumber daya yang
diperlukan.
Dapat mengidentifikasi
wilayah/area permasalahan potensial. Perencanaan akan menunjukkan hal-hal yang
mungkin bisa terjadi suatu kesalahan, sehingga hal-hal demikian dapat dicegah
sejak awal.
Dapat mengatur urutan
kegiatan. Banyak sekali tugas-tugas terpisah dan harus berjalan secara
bersamaan/paralel yang diperlukan untuk pengembangan sistem. Tugas-tugas ini
diatur dalam urutan logis berdasarkan prioritas informasi dan kebutuhan untuk
efisiensi.
Tersedianya sarana
pengendalian. Tingkat pengukuran kinerja harus dipertegas sejak awal.
2. Tahap Analisis
Ada dua aspek yang menjadi fokus tahap ini, yaitu aspek bisnis atau
manajemen dan aspek teknologi. Analisis aspek bisnis mempelajari karakteristik
organisasi yang bersangkutan. Tujuan dilakukannya langkah ini adalah untuk
mengetahui posisi atau peranan teknologi informasi yang paling sesuai dan
relevan di organisasi dan mempelajari fungsi-fungsi manajemen dan aspek-aspek
bisnis terkait yang akan berpengaruh atau memiliki dampak tertentu terhadap
proses desain, konstruksi, dan implementasi.
Selama tahap analisis, sistem analis terus bekerjasama dengan manajer, dan
komite pengarah SIM terlibat dalam titik-titik yang penting mencakup kegiatan
sebagai berikut:
a. Menetapkan rencana penelitian sistem
b. Mengorganisasikan tim proyek
c. Mendefinisikan kebutuhan informasi
d. Mendefinisikan kriteria kinerja sistem
e. Menyiapkan usulan rancangan sistem
f. Menyetujui atau menolak rancangan proyek pengembangan sistem
Keluaran dari proses analisis di kedua aspek ini adalah masalah-masalah
penting yang harus segera ditangani, analisis penyebab dan dampak permasalahan
bagi organisasi, beberapa kemungkinan skenario pemecahan masalah dengan
kemungkinan dan dampak risiko serta potensinya, dan pilihan alternatif solusi
yang direkomendasikan.
3. Tahap Perancangan (Desain)
Pada tahap ini, tim teknologi informasi bekerja sama dengan tim bisnis atau
manajemen melakukan perancangan komponen-komponen sistem terkait. Tim teknologi
informasi akan melakukan perancangan teknis dari teknologi informasi yang akan
dibangun, seperti sistem basis data, jaringan komputer, teknik koversi data,
metode migrasi sistem, dan sebagainya.
Sementara itu, secara paralel dan bersama-sama tim bisnis atau manajemen,
dan tim teknologi informasi akan melakukan perancangan terhadap
komponen-komponen organisasi yang terkait, seperti: standard operating
procedures (SOP), struktur organisasi, kebijakan-kebijakan, teknik pelatihan,
pendekatan SDM, dan sebagainya. Langkah-langkah tahap rancangan sistem
mencakup:
a. Menyiapkan detail rancangan sistem
b. Mengidentifikasi berbagai alternatif konfigurasi/rancang banun sistem
c. Mengevaluasi berbagai alternatif konfigurasi sistem
d. Memilih konfigurasi terbaik
e. Menyiapkan usulan penerapan/aplikasi
f. Menyetujui atau menolak aplikasi sistem
4. Tahap Pembangunan Fisik/Konstruksi
Berdasarkan desain yang telah dibuat, konstruksi atau pengembangan sistem
yang sesungguhnya (secara fisik) dibangun. Tim teknis merupakan tulang punggung
pelaksanaan tahap ini, mengingat semua hal yang bersifat konseptual harus
diwujudkan dalam suatu konstruksi teknologi informasi dalam skala yang lebih
detail.
Dari semua tahapan yang ada, tahap konstruksi inilah yang biasanya paling
banyak melihatkan sumber daya terbesar, terutama dalam hal penggunaan SDM,
biaya, dan waktu. Pengendalian terhadap manajemen proyek pada tahap konstruksi
harus diperketat agar penggunaan sumber daya dapat efektif dan efisien.
Bagaimanapun, hal ini akan berdampak terhadap keberhasilan proyek sistem
informasi yang diselesaikan secara tepat waktu. Akhir dari tahap konstruksi
biasanya berupa uji coba atas sistem informasi yang baru dikembangkan.
5. Tahap Implementasi
Tahap implementasi merupakan tahap yang paling kritis karena untuk pertarna
kalinya sistem informasi akan dipergunakan di dalam organisasi. Ada berbagai
pendekatan untuk implementasi sistem yang baru didesain. Pekerjaan utama dalam
implementasi sistem biasanya mencakup hal-hal sebagai berikut:
a. Merencanakan waktu yang tepat untuk implementasi
b. Mengumumkan rencana implementasi
c. Mendapatkan sumberdaya perangkat keras dan lunak
d. Menyiapkan database
e. Menyiapkan fasilitas fisik
f. Memberikan pelatihan dan workshop
g. Menyiapkan saat yang tepat untuk cutover (peralihan sistem)
h. Penggunaan sistem baru
Pemberian pelatihan (training)
harus diberikan kepada semua pihak yang terlibat sebelum tahap implementasi
dimulai. Selain untuk mengurangi risiko kegagalan, pemberian pelatihan juga
berguna untuk menanamkan rasa memiliki terhadap sistem baru yang akan
diterapkan. Dengan cara ini, seluruh jajaran pengguna akan dengan mudah
menerima sistem tersebut dan memeliharanya dengan baik di masa-masa mendatang.
6. Tahap Pasca Implementasi
Pengembangan sistem informasi biasanya diakhiri setelah tahap implementasi
dilakukan. Namun, ada satu tahapan lagi yang harus dijaga dan diperhatikan oleh
manajemen, yaitu tahap pasca implementasi. Kegiatan yang dilakukan di tahap
pasca implementasi adalah bagaimana pemeliharaan sistem akan dikelola.
Seperti halnya sumber daya yang lain, sistem informasi akan mengalami
perkembangan di kemudian hari. Hal-hal seperti modifikasi sistem, berpedoman ke
sistem lain, perubahan hak akses sistem, penanganan terhadap fasilitas pada
sistem yang rusak, merupakan contoh dari kasus-kasus yang biasanya timbul dalam
pemeliharaan sistem. Disinilah diperlukan dokumentasi yang memadai dan pemindahan
pengetahuan dari pihak penyusun sistem ke pengguna untuk menjamin terkelolanya
dengan baik proses-proses pemeliharaan sistem.
Dari perspektif manajemen, tahap pasca-implementasi adalah berupa suatu
aktivitas di mana harus ada personil atau divisi yang dapat melakukan perubahan
atau modifikasi terhadap sistem informasi sejalan dengan perubahan kebutuhan
bisnis yang dinamis.
Minggu 10.
Saya yakin saudara memiliki pengalaman dalam keamanan Sistem Informasi
terutama seperti gangguan Hacker, virus
atau lainnnya baik yang bersifat mengganggu aktivitas sistem secara langsung
atau merusah data/file pada komputer/sistem informasi. Jelaskan cara mencegah
dan menanggulangi apabila Sistem Informasi atau komputer mengalami hal ini.
1. Memasang Proteksi
Untuk lebih meningkatkan keamanan sistem informasi, proteksidapat
ditambahkan. Proteksi ini dapat berupa filter (secara umum)dan yang lebih
spesifik adalah firewall. Filter dapat digunakanuntuk memfilter e-mail,
informasi, akses, atau bahkan dalam level packet. Sebagai contoh, di sistem
UNIX ada paket program “tcpwrapper” yang dapat digunakan untuk membatasi akses
kepadaservis atau aplikasi tertentu. Misalnya, servis untuk “telnet”
dapatdibatasi untuk untuk sistem yang memiliki nomor IP tertentu, atau memiliki
domain tertentu. Sementara firewall dapat digunakanuntuk melakukan filter
secara umum.Untuk mengetahui apakah server anda menggunakan tcpwrapper atau
tidak, periksa isi berkas /etc/inetd.conf. Biasanya tcpwrapper dirakit menjadi
“tcpd”.Apabila servis di server anda (misalnya telnet atau ftp) dijalankan
melalui tcpd, maka server anda menggunakan tcpwrapper. Biasanya, konfigurasi
tcpwrapper (tcpd) diletakkan di berkas /etc/hosts.allow dan /etc/hosts.deny.
2. Firewall
Firewall merupakan sebuah perangkat yang diletakkan antara Internet dengan
jaringan internal (Lihat Figure 4.1 on page 55). Informasi yang keluar atau
masuk harus melalui firewall ini.Tujuan utama dari firewall adalah untuk
menjaga (prevent) agar akses (ke dalam maupun ke luar) dari orang yang tidak
berwenang (unauthorized access) tidak dapat dilakukan. Konfigurasi dari
firewallbergantung kepada kebijaksanaan (policy) dari organisasi
yangbersangkutan, yang dapat dibagi menjadi dua jenis:
• apa-apa yang tidak diperbolehkan
secara eksplisit dianggap tidak diperbolehkan (prohibitted)
• apa-apa yang tidak dilarang
secara eksplisit dianggapdiperbolehkan (permitted)
Firewall bekerja dengan mengamati paket IP (Internet Protocol) yang
melewatinya. Berdasarkan konfigurasi dari firewall maka akses dapat diatur
berdasarkan IP address, port, dan arah informasi.Detail dari konfigurasi
bergantung kepada masing-masing firewall.Firewall dapat berupa sebuah perangkat
keras yang sudahdilengkapi dengan perangkat lunak tertentu, sehingga pemakai
(administrator) tinggal melakukan konfigurasi dari firewall tersebut.Firewall
juga dapat berupa perangkat lunak yang ditambahkankepada sebuah server (baik
UNIX maupun Windows NT), yang dikonfigurasi menjadi firewall. Dalam hal ini,
sebetulnya perangkat komputer dengan prosesor Intel 80486 sudah cukup untuk
menjadi firewall yang sederhana.
Firewall biasanya melakukan dua fungsi; fungsi (IP) filtering danfungsi
proxy. Keduanya dapat dilakukan pada sebuah perangkat komputer (device) atau
dilakukan secara terpisah.Beberapa perangkat lunak berbasis UNIX yang dapat
digunakan untuk melakukan IP filtering antara lain:
• ipfwadm: merupakan standar
dari sistem Linux yang dapatdiaktifkanpada level kernel
• ipchains: versi baru dari Linux kernel packet filtering yang diharapkan
dapat menggantikan fungsi ipfwadm
Fungsi proxy dapat dilakukan oleh berbagai software tergantung kepada jenis
proxy yang dibutuhkan, misalnya web proxy, rloginproxy, ftp proxy dan
seterusnya. Di sisi client sering kala dibutuhkan software tertentu agar dapat
menggunakan proxy server ini, seperti misalnya dengan menggunakan SOCKS.
Beberapa perangkat lunak berbasis UNIX untuk proxy antara lain:
• Socks: proxy server oleh NEC
Network Systems Labs
• Squid: web proxy server
Informasi mengenai firewall secara lebih lengkap dapat dibaca pada
referensi [19, 24] atau untuk sistem Linux dapat dilakukan dengan mengunjungi
web site berikut: <http://www.gnatbox.com>.
3. Pemantau adanya serangan
Sistem pemantau (monitoring system) digunakan untuk mengetahui adanya tamu
tak diundang (intruder) atau adanya serangan (attack).Nama lain dari sistem ini
adalah “intruder detection system” (IDS).Sistem ini dapat memberitahu
administrator melalui e-mail maupunmelalui mekanisme lain seperti melalui
pager.Ada berbagai cara untuk memantau adanya intruder. Ada yang sifatnya aktif
dan pasif. IDS cara yang pasif misalnya dengan memonitor logfile. Contoh
software IDS antara lain:
• Autobuse, mendeteksi probing
dengan memonitor logfile.
• Courtney, mendeteksi probing
dengan memonitor packet yang lalu lalang
• Shadow dari SANS
4. Pemantau integritas sistem
Pemantau integritas sistem dijalankan secara berkala untuk menguji
integratitas sistem. Salah satu contoh program yang umum digunakan di sistem
UNIX adalah program Tripwire. Program paket Tripwire dapat digunakan untuk
memantau adanya perubahan padaberkas. Pada mulanya, tripwire dijalankan dan
membuat databasemengenai berkas-berkas atau direktori yang ingin kita amati
beserta “signature” dari berkas tersebut. Signature berisi informasi mengenai
besarnya berkas, kapan dibuatnya, pemiliknya, hasil checksum atau hash
(misalnya dengan menggunakan program MD5), dan sebagainya. Apabila ada
perubahan pada berkas tersebut, maka keluaran dari hash function akan berbeda
dengan yang ada di database sehingga ketahuan adanya perubahan.
5. Audit: Mengamati Berkas Log
Segala (sebagian besar) kegiatan penggunaan sistem dapat dicatat dalam
berkas yang biasanya disebut “logfile” atau “log” saja. Berkas log ini sangat
berguna untuk mengamati penyimpangan yang terjadi. Kegagalan untuk masuk ke
sistem (login), misalnya,tersimpan di dalam berkas log. Untuk itu para
administrator diwajibkan untuk rajin memelihara dan menganalisa berkas log yang
dimilikinya.
6. Backup secara rutin
Seringkali tamu tak diundang (intruder) masuk ke dalam sistem dan merusak
sistem dengan menghapus berkas-berkas yang dapat ditemui.Jika intruder ini
berhasil menjebol sistem dan masuk sebagai super user (administrator), maka ada
kemungkinan diadapat menghapus seluruh berkas.Untuk itu, adanya backup yang
dilakukan secara rutin merupakan sebuah hal yang esensial.Bayangkan apabila
yang dihapus oleh tamu ini adalah berkas penelitian, tugas akhir, skripsi, yang
telah dikerjakan bertahun-tahun.Untuk sistem yang sangat esensial, secara
berkala perlu dibuat backup yang letaknya berjauhan secara fisik.Hal ini
dilakukan untuk menghindari hilangnya data akibat bencana seperti kebakaran,
banjir, dan lain sebagainya. Apabila data-data dibackup akan tetapi diletakkan
pada lokasi yang sama, kemungkinan data akan hilang jika tempat yang
bersangkutan mengalami bencana seperti kebakaran.Untuk menghindari hal ini,
enkripsi dapat digunakan untuk melindungi adanya sniffing. Paket yang
dikirimkan dienkripsi dengan RSA atau IDEA sehingga tidak dapat dibaca oleh
orangyang tidak berhak. Salah satu implementasi mekanisme ini adalah SSH
(Secure Shell). Ada beberapa implementasi SSH ini, antara lain:
• SSH untuk UNIX (dalam bentuk
source code, gratis)
• SSH untuk Windows95 dari Data
Fellows (komersial) http://www.datafellows.com/
• TTSSH, yaitu skrip yang dibuat
untuk Tera Term Pro (gratis,untuk Windows 95)
http://www.paume.itb.ac.id/rahard/koleksi
• SecureCRT untuk Windows95
(shareware / komersial)
7. Penggunaan Enkripsi untuk
meningkatkan keamanan
Salah satu mekanisme untuk meningkatkan keamanan adalah dengan menggunakan
teknologi enkripsi. Data-data yang anda kirimkan diubah sedemikian rupa
sehingga tidak mudah disadap. Banyak servis di Internet yang masih menggunakan
“plain text” untuk authentication, seperti penggunaan pasangan userid dan
password.Informasi ini dapat dilihat dengan mudah oleh programpenyadap
(sniffer). Contoh servis yang menggunakan plain text antara lain:
• akses jarak jauh dengan
menggunakan telnet dan rlogin
• transfer file dengan
menggunakan FTP
• akses email melalui POP3 dan
IMAP4
• pengiriman email melalui SMTP
• akses web melalui HTTP
Penggunaan enkripsi untuk remote akses (misalnya melalui sshsebagai
penggani telnet atau rlogin) akan dibahas di bagian tersendiri.
8. Telnet atau shell aman
Telnet atau remote login digunakan untuk mengakses sebuah “remotesite” atau
komputer melalui sebuah jaringan komputer. Akses ini dilakukan dengan
menggunakan hubungan TCP/IP dengan menggunakan user id dan password. Informasi
tentang user id dan password ini dikirimkan melalui jaringan komputer secara
terbuka. Akibatnya ada kemungkinan seorang yang nakal melakukan “sniffing” dan
mengumpulkan informasi tentang pasangan user id dan password ini.
Minggu 11
Coba saudara amati rekan kerja di lingkungan kerja saudara adakah yang
menjadi perhatian dan fenomena sosial berkaitan dengan isu pelanggaran moral, etika dan hukum dalam
implementasi Sistem Informasi dan pemanfaatan Internet.
Teknologi dapat membawa perubahan yang cukup besar yang menciptakan isu-isu
sosial yang harus diselesaikan masyarakat. Meningkatkan kemampuan jaringan
teknologi informasi internet, yang
memiliki kapasitas penyimpanan dan dapat memperluas jangkauan seperti individu
dan organisasi dalam bertindak. Sistem
informasi secara online menimbulkan tantangan-tantangan baru yang
menciptakan dilema etika, dimana bisa menciptakan akuntabalitas ( pertanggung
jawaban) atas konsekuensi sistem informasi, menetapkan standar untuk kualitas
sistem pengaman yang melindungi keamanan individu dan masyarakat serta
melindungi nilai sosial dan etika yang sangat penting bagi kualitas hidup dalam
masyarakat informasi.
Isu etika, sosial dan politik sangat berkaitan satu
sama lain, dimana isu etika mempengaruhi individu untuk harus memilih tindakan
atau diantara dua prinsip etika yang kandang menimbulkan konflik. Isu sosial
berasal dari isu etika sejalan masyarakat berharap pada diri seseorang untuk
dapat melakukan tindakan yang benar, sedangkan isu politik berasal dari konflik
sosial yang pada umumnya berkaitan dengan penggunaan undang-undang yang
memberikan arahan dan panduan bagi individu atau organisasi dalam beperilaku
agar sesuai dengan tindakan yang benar.
Quiz:1. Jelaskan apa yang saudara
ketahui tetang kode etik, Isu pelanggaran moral, etika dan hukum dalam
Implementasi Sistem Informasi dan pemakaian internet
2. Berkaitan dengan soal 1 bagaimanakah probelmanya pada perusahaan dan
lingkungan kerja saudara.
I. PENGERTIAN ETIKA, MORAL DAN HUKUM
1. ETIKA
Pengertian etika adalah secara etimologis kata etika berasal dari bahasa
Yunani yaitu “Ethos” yang berarti watak kesusilaan atau adat. Kata ini identik
dengan perkataan moral yang berasal dari kata “mos” yang dalam bentuk jamaknya
“mores” yang berarti juga adat atau cara hidup. Etika merupakan satu set
kepercayaan, standart atau pemikiran yang mengisi suatu individu, kelompok dan
masyarakat. Etika adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau
kualitas. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah,
baik, buruk, dan tanggung jawab.
2. MORAL
Moral adalah tradisi kepercayaan mengenai perilaku benar atau salah. Moral
menjadi institusi sosial dengan suatu sejarah dan daftar peraturan. Aspek benar
dan salah berhubungan sangat erat dan terangkum dalam jenis norma hukum yang
ada dalam masyarakat. Moral dalam penggunaan teknologi komputer menuntun kepada
tindakan yang tidak merugikan orang lain, misalnya tidak menjiplak karya cipta
baik secara langsung maupun tidak langsung. Di dalam norma hukum setiap orang
atau individu wajib menjunjung tinggi hukun dan mempunyai kesadaran hukum yang
tinggi pula. Hukum akan mengatur tata kehidupan masyarakat dan Negara serta
mengatur dan mengayomi kepentingan atau hasil karya seseorang atau masyarakat
sehingga akan tercapai tertib hukum dalam tata kehidupan masyarakat tersebut.
3. HUKUM
Hukum adalah peraturan perilaku yang dipaksakan oleh otoritas berdaulat,
seperti pemerintah pada rakyat atau warga negaranya. Hukum paling mudah
diiterprestasikan karena berbentuk tertulis. Dilain pihak etika dan moral tidak
didefinisikan secara persis dan tidak disepakati oleh semua anggota masyarakat.
Etika dan moral memiliki arti yang sama, tetapi dalam pemakaian sehari-harinya
meniliki sedikit perbedaan. Moral atau moralitas biasa dipakai untuk pengkajian
system nilai-nilai yang ada. Etika dari system computer interaktif memfokuskan
bagaimana system (atau dapat digunakan ) oleh para pengguna. Berikut ini adalah
beberapa aspek pekerjaan yang dipusatkan tersebut :
• Kebijakan-kebijakan (policies)
• Isu moral dan sah (legal)
• Bertanggung jawab dan etika profeional
• Etika hacker dan hacker
• Netiquette
• Privacy
• Hak milik
• Isu social dan demokratis
• Ungkapan bebas
Semua isu ini memperlakukan dengan keras bagaimana manusia dapat
menggunakan atau menyalahgunakan komputer sesuai dengan kehendaknya. Ini jelas
sangat sering terjadi di era sekarang yang memang sebenarnya komputer itu
mematuhi perintah dari penggunanya. Lalu bagaimana jika komputer mempunyai cara
sendiri? Masalah sekarang mengenai etika komputer adalah terjadinya kekosangan
kebijakan tentang bagaimana teknologi komputer harus digunakan? Dan memang
komputer menyediakan hal yang baru membuat kita menjadi sangat terpilih untuk
bertindak sesuai dengan kemauan kita, tetapi harus sesuai dengan etika yang
saling bersosialisasi dengan masyarakat luas.
II. CONTOH ETIKA, MORAL, DAN HUKUM DALAM SISTEM INFORMASI
1. Etika
Penggunaan komputer sudah di luar etika penggunaannya, misalnya: dengan
pemanfaatan teknologi komputer, dengan mudah seseorang dapat mengakses data dan
informasi dengan cara yang tidak sah. Belum lagi ada sebagian orang yang
memanfaatkan komputer dan internet untuk mengganggu orang lain dengan tujuan
sekedar untuk kesenangan serta hobinya. Contoh kasus : Dalam waktu dekat ini
ada Seorang mentri yang istrinya difitnah selingkuh dengan anak tirinya yang
disebarkan melalui twitter, lalu maraknya pengguna internet yang menggunakan
kata-kata kasar, dan mencela orang lain.
2. Hukum
• Hacking/cracking
Tindakan pembobolan data rahasia suatu institusi, membeli barang lewat
internet dengan menggunakan nomor kartu kredit orang lain tanpa izin (carding)
merupakan contoh-contoh dari tindakan hacking. Orang yang melakukan hacking
disebut hacker. Begitu pula dengan membuka kode program tertentu atau membuat
suatu proses agar beberapa tahap yang harus dilakukan menjadi terlewatkan
(contoh: cracking serial number) apabila dilakukan tanpa izin juga merupakan
tindakan yang menyalahi hukum. Contoh kasus : Pembobolan sistus resmi presiden
SBY yang dilakukan oleh seorang pelajar(hecker).
• Pembajakan Mengutip atau menduplikasi suatu produk, misalkan program
komputer, kemudian menggunakan dan menyebarkan tanpa izin atau lisensi dari
pemegang hak cipta merupakan pembajakan, dan masuk kategori kriminal. Contoh
kasus : Ketika seseorang menduplikasi program Microsoft Office, kemudian
diinstalasi tanpa membeli lisensi yang sah. Walaupun memang harga lisensi
program tersebut relatif mahal untuk ukuran rata-rata pendapatan per kapita di
Indonesia, namun apabila tindakan tersebut dituntut oleh pemegang hak cipta,
maka pelaku pembajakan yang dalam posisi lemah akan dikenai sanksi dan konsekuensi
sesuai hukum yang berlaku, belum lagi program-program lainnya, seperti
mengcrack Antivirus, Office, dan lain-lain.
3. Moral Browsing situs-situs yang
tidak sesuai dengan moral membuka situs dewasa bagi orang yang belum layak
merupakan tindakan yang tidak sesuai dengan moral . Teknologi internet yang
dapat memberikan informasi tanpa batas akan mengakibatkan tindakan yang
beragam, mulai dari tindakan-tindakan positif sampai negatif. Contoh kasus :
Browsing video porno Ariel dan Luna Maya di yang secara bebas didapatkan
diwanet. Lalu para pengguna bloger yang tidak bertanggung jawab, seperti
memasang iklan-iklan obat kuat dan yang lain-lain. Tidak masalah kalo yang di
iklan kan itu adalah produk nya, tetapi kebanyakan mereka juga ikut menyertakan
gambar-gambar yang tidak patut untuk di lihat oleh kalangan yang masih di bawah
umur.
Minggu 12
Apakah Sistem perusahaan saudara telah mengimplementasi Sistem Pendukung
Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS) dalam mendukung pengambilan
keputusan pada kegiatan bisnis, berikan contohnya berdasarkan pengalaman
empiris saudara dan apa dampaknya bagi perusahaan kalau tidak mengimplementasi
sistem ini.
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS) adalah
sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun
kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan
tak terstruktur. Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan
dalam situasi semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak
seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat . SPK
bertujuan untuk menyediakan informasi, membimbing, memberikan prediksi serta
mengarahkan kepada pengguna informasi agar dapat melakukan pengambilan
keputusan dengan lebih baik.
sistem pendukung keputusan dapat di artikan sebagai suatu rangkaian kerja
yang dinamis antara input, output dan prosesnya. Keputusan yang diambil bukan merupakan akhir dari
sistem tetapi juga merupakan input dari dari tahapan berikutnya yaitu
diagnosis. Dengan demikian sistem pengambilan keputusan ini adalah sebuah
mekanisme kerja yang berkesinambungan tak terputus. Dan sistem pengambilan
keputusan ini sesuai atau bisa di terapkan untuk sistem pendukung keputusan
farmasi. Manfaat dari sistem pendukung ini, diantaranya :
1. Sistem pendukung keputusan
farmasi sangat di butuhkan keberadaanya untuk mengelola satu lembaga pelayanan
kesehatan. Lebih-lebih dengan beban kerja yang besar dan tenaga kesehatan yang
besar, maka keterpaduan dan kecepatan pelayanan
akan sangat tergantung pada adanya sistem pendukung keputusan elektronik yang berkembang sekarang ini.
2. Manfaat dari penggunaan
teknologi ini dirasakan oleh para dokter, para ahli farmasi, dan pengelola
klinik.
3. Sistem pendukung keputusan dalam bidang farmasi yang dilakukan dengan
sistem komputer mampu meningkatkan efektif kerja dan jauh menekan resiko
kesalahan tindakan medis dan pemberian obatnya.
Quiz . Jelaskan Pengertian dan
fungsi dari Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS)
dari sumber lain selain dari sumber dari
modul ini.
Jelakankan tahapan dalam SPK dan apa maafaat sistem ini dalam pengambilan
keputusan, serta beri contohnya.
1. Sistem Pendukung Keputusan
(SPK) atau Decision Support System (DSS) adalah sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan
pemecahan masalah maupun kemampuan
pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan tak
terstruktur. Sistem ini digunakan untuk
membantu pengambilan keputusan dalam situasi semi terstruktur dan situasi yang tidak
terstruktur, dimana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat . SPK
bertujuan untuk menyediakan informasi,
membimbing, memberikan prediksi serta mengarahkan kepada pengguna informasi
agar dapat melakukan pengambilan
keputusan dengan lebih baik.
2. Tahapan SPK
· Definisi masalah.
· Pengumpulan data atau informasi yang
relevan elemen.
· Mengolah data menjadi informasi dalam
bentuk grafik dan laporan tertulis.
· Menentukan alternatif solusi (bisa
dalam persentase).
Manfaat SPK :
· Membantu menentukan keputusan
· Mengurangi kesalahan pengambilan
keputusan
· Manajemen keputusan
· Penghematan waktu
· Meningkatkan efektifitas
· Meningkatkan komunikasi interpersonal
· Peningkatan Bisnis
· Pengurangan biaya
· Meningkatkan kepuasan pengambil
keputusan
Contohnya :
Misalnya, penggunaan paket software DSS untuk pendukung keputusan dapat
menghasilkan berbagai tampilan sebagai respons terhadap alternative perubahan
yang dimasukkan oleh manager. Hal ini berbeda dari respons permintaan dari
sistem informasi manajemen, karfena pengambilan keputusan tidak minta informasi
yang telah ditentukan sebelumnya. Sebaliknya, mereka mengeksplorasi alternative
yang memungkinkan. Jadi, mereka tidak perlu menentukan kebutuhan informasi
mereka di depan. Melainkan, mereka menggunakan DSS untuk menemukan informasi
yang mereka butuhkan membantu mereka membuat keputusan. Itu adalah inti dari
konsep sistem pendukung keputusan.
Minggu 13
1. Di Indonesia banyak jasa /
provider penyediaan sistem jaringan komputer atau handphone. Apa provider
pilihan saudara saat ini dan apa alasannya, jelaskan juga kelebihan dan
kelemahanya.
2. Menurut suadara jaringan
komputer yang ada di kampus menggunakan sistem jaringan yang bagaimana ?,
jelaskan apa saja kritisi saudara dalam hal ini untuk system yang lebih baik.
Provider yang saya gunakan saat ini adalah AXIS karena awalnya saya hanya
berpikir provider apa yang murah namun ada paket unlimited nya. Akhirnya saya
pilih AXIS. Kelebihan dari AXIS adalah harga paket internetnya murah namun
kelemahannya adalah sinyal suka menghilang kalau di daerah pegunungan lalu
jaringannya suka lemot dan saya juga pernah ada masalah dalam perpanjangan
paket internet sehingga pulsa saya 150 ribu habis begitu saja karena tidak bisa
mengaktifkan paket internet.
Menurut saya jaringan yang digunakan oleh univ mercu buana adalah MAN.
Jaringan MAN atau disebut juga Metropolitan Area Network adalah jaringan yang
menghubungkan lokasi yang satu dengan yang lainnya ( suatu daerah dengan daerah
yang lain dalam satu wilayah perkotaan).
Pada jaringan MAN ini boleh kita menggunakakan fasilitas komunikasi umum
yang berbeda akan tetapi dengan adanya Jaringan MAN ini maka antara kota 1
dengan kota yang lainnya.
Kelebihan MAN :
1. Server kantor pusat dapat
berfungsi sebagai pusat data dari kantor cabang.
2. Transaksi yang Real-Time (data
di server pusat diupdate saat itu juga, contoh ATM Bank unluk wilayah nasional)
3. Komunikasi antar kantor bisa menggunakan
e-mail, chatting dan Video Conference (ViCon).
Kelemahan MAN :
1. Biaya operasional mahal.
2. Instalasi infrastrukturnya
tidak mudah.
3. Rumit jika terjadi trouble
jaringan (network trouble shooting).
Quiz
Minggu 14
1) Jelaskan maanfaat sistem
pembelajaran dengan elearning bagi perguruan tinggi dan Mahasiswa.
2) Bagaimana tanggapan saudara
tentang sistem elearning yang di implentasikan di kampus kita.
3) Adalah saran dan rekomendasi
untuk perbaikan sistem e-learning guna meningkatkan kinerja sistem dimasa
mendatang.
1. Istilah e-learning digunakan sebagai istilah untuk segala teknologi yang
digunakan untuk mendukung usaha-usaha pengajaran lewat teknologi elektronik
internet. Oleh karena itu, istilah e-learning lebih tepat ditujukan sebagai
usaha untuk membuat sebuah transformasi proses belajar mengajar yang ada di
sekolah/universitas ke dalam bentuk digital yang dijembatani oleh teknologi
internet (Purbo & Hartanto, 2002).
Manfaat e-learning (Smaratungga, 2009) terdiri atas 4 hal, yaitu:
a. Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan
guru atau instruktur (enhance interactivity).
b. Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja
(time and place flexibility).
c. Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (potential to reach a
global audience).
d. Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy
updating of content as well as archivable capabilities).
2. Menurut saya implementasi e-learning di Kampus Mercu Buana sudah
berjalan dengan baik, namun terkadang sedikit terkendala di jam-jam tertentu.
diharapkan dapat di maintance dengan lebih baik lagi.
3. Saran dan Rekomendasi
Saran dan Rekomendasi Untuk saran ataupun rekomendasi mengenai e-elearning
ini perbaikan sistem yang lebih baik lagi di Universitas Mercubuana , sebagai
berikut :
1. Agar tidak terjadi seringnya error sistem, penambahan fitur-fitur yang
lebih canggih lagi seperti video streaming dosen yang sedang menjelaskan materi
yang disampaikan agar mahasiswa/i dapat mudah mengerti.
2. Tambahkan notification/ informasi jika dosen yang bersangkutan sudah
upload forum/quiz.
3. Pebaiki jaringan server E-Learning, guna memudahkan mahasiswa
mengerjakan tugas, karena sering error pada sistemnya
Quiz Apa yang dimaksud dengan elearning dan jelaskan komponen
system informasi dari e-learning.
Untuk Implemetasi e-learning pada suatu perguruan tinggi sumberdaya apa
saja yang diperlukan sehingga e-learning berjalan dengan baik secara efektif
dan efisien.
Pengertian
E-learning adalah sebuah proses pembelajaran yang berbasis elektronik. Salah
satu media yang digunakan adalah jaringan komputer. Dengan dikembangkannya di
jaringan komputer memungkinkan untuk dikembangkan dalam bentuk berbasis web,
sehingga kemudian dikembangkan ke jaringan komputer yang lebih luas yaitu
internet. Penyajian e-learning berbasis web ini bisa menjadi lebih interaktif.
Sistem e-learning ini tidak memiliki batasan akses, inilah yang memungkinkan
perkuliahan bisa dilakukan lebih banyak waktu (Nugroho, 2007).
Banyak
orang menggunakan istilah yang berbeda-beda dengan e-learning, namun pada
prinsipnya e-learning adalah pembelajaran yang menggunakan jasa elektronika
sebagai alat bantunya. E-learning memang merupakan suatu teknologi pembelajaran
yang yang relatif baru di Indonesia (Tafiardi, 2005).
Definisi
E-Learning
Istilah
e-learning dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk teknologi informasi yang
diterapkan di bidang pendidikan dalam bentuk sekolah maya.
Istilah
e-learning digunakan sebagai istilah untuk segala teknologi yang digunakan
untuk mendukung usaha-usaha pengajaran lewat teknologi elektronik internet.
Oleh karena itu, istilah e-learning lebih tepat ditujukan sebagai usaha untuk
membuat sebuah transformasi proses belajar mengajar yang ada di
sekolah/universitas ke dalam bentuk digital yang dijembatani oleh teknologi
internet (Purbo & Hartanto, 2002).
E-learning
ini sendiri mempunyai beberapa karakteristik seperti yang telah dikemukakan
oleh Suyanto (2005) mengemukakan 4 karakteristik e-learning yang terdiri dari:
-Memanfaatkan
jasa teknologi elektronik, dimana pengajar dan peserta didik, peserta didik dan
peserta didik, ataupun pengajar dan sesama pengajar dapat berkomunikasi dengan
relatif mudah tanpa dibatasi oleh hal-hal yang protokoler.
-Memanfaatkan
keunggulan komputer (media digital dan jaringan komputer).
-Menggunakan
bahan ajar yang bersifat mandiri yang dapat disimpan di komputer sehingga dapat
diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan dimana saja bila yang bersangkutan
membutuhkannya.
-Memanfaatkan
jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang
berkaitan dengan administrasi pendidikan yang dapat dilihat setiap saat di
komputer.
Dengan
demikian, e-learning itu dapat diartikan sebagai suatu sistem dalam
pembelajaran yang mengacu pada penggunaan teknologi informasi yang dapat
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dengan karakteristik-karakteristik
seperti memanfaatkan jasa teknologi, memanfatkan keunggulan komputer,
menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri, dan memanfaatkan jadwal belajar
yang dapat dilihat pada komputer, serta memberikan fasilitas yang dapat diakses
oleh pengajar dan peserta didik/mahasiswa secara pribadi
Komponen
e-learning
Komponen
yang membentuk e-learning (Romisatriawahono, 2008) adalah:
a.
Infrastruktur e-learning
Infrastruktur
e-learning merupakan peralatan yang digunakan dalam e-learning yang dapat
berupa Personal Computer ((PC), yakni komputer yang dimiliki secara pribadi
(Febrian, 2004)), jaringan komputer (yakni, kumpulan dari sejumlah perangkat
berupa komputer, hub, switch, router, atau perangkat jaringan lainnya yang
terhubung dengan menggunakan media komunikasi tertentu (Wagito, 2005)), internet
(merupakan singkatan dari Interconnection Networking yang diartikan sebagai
komputer-komputer yang terhubung di seluruh dunia (Febrian, 2004)) dan
perlengkapan multimedia (alat-alat media yang menggabungkan dua unsur atau
lebih media yang terdiri dari teks, grafis, gambar, foto, audio, video dan
animasi secara terintegrasi (Febrian, 2004)). Termasuk di dalamnya peralatan
teleconference (pertemuan jarak jauh antara beberapa orang yang fisiknya berada
pada lokasi yang berbeda secara geografis (Febrian, 2004)) apabila kita
memberikan layanan synchronous learning yakni proses pembelajaran terjadi pada
saat yang sama ketika pengajar sedang mengajar dan murid sedang belajar melalui
teleconference.
b. Sistem
dan aplikasi e-learning
Sistem
dan aplikasi e-learning yang sering disebut dengan Learning Management System
(LMS), yang merupakan sistem perangkat lunak yang mem-virtualisasi proses
belajar mengajar konvensional untuk administrasi, dokumentasi, laporan suatu
program pelatihan, ruangan kelas dan peristiwa online, program e-learning, dan
konten pelatihan (Ellis, 2009)), misalnya, segala fitur yang berhubungan dengan
manajemen proses belajar mengajar seperti bagaimana manajemen kelas, pembuatan
materi atau konten, forum diskusi, sistem penilaian (rapor), serta sistem ujian
online yang semuanya terakses dengan internet.
c. Konten
e-learning
Konten
e-learning merupakan konten dan bahan ajar yang ada pada e-learning sistem
(Learning Management System). Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk
misalnya Multimedia-based Content (konten berbentuk multimedia interaktif
seperti multimedia pembelajaran yang memungkinkan kita menggunakan mouse,
keyboard untuk mengoperasikannya) atau Text-based Content (konten berbentuk
teks seperti pada buku pelajaran yang ada di wikipedia.org, ilmukomputer.com,
dsb.). Biasa disimpan dalam Learning Management System (LMS) sehingga dapat
dijalankan oleh peserta didik kapan pun dan dimana pun.
Sedangkan
’aktor’ yang ada dalam pelaksanakan e-learning boleh dikatakan sama dengan proses
belajar mengajar konvensional, yaitu perlu adanya pengajar (dosen) yang
membimbing siswa (mahasiswa) yang menerima bahan ajar dan administrator yang
mengelola administrasi dan proses belajar mengajar.
Manfaat
e-learning
Manfaat
e-learning (Smaratungga, 2009) terdiri atas 4 hal, yaitu:
a.
Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau
instruktur (enhance interactivity).
Apabila
dirancang secara cermat, pembelajaran elektronik dapat meningkatkan kadar
interaksi pembelajaran, baik antara peserta didik dengan guru/instruktur,
antara sesama peserta didik, maupun antara peserta didik dengan bahan belajar
(enhance interactivity). Berbeda halnya dengan pembelajaran yang bersifat
konvensional. Tidak semua peserta didik dalam kegiatan pembelajaran
konvensional dapat, berani atau mempunyai kesempatan untuk mengajukan
pertanyaan ataupun menyampaikan pendapatnya di dalam diskusi. Mengapa?
Karena
pada pembelajaran yang bersifat konvensional, kesempatan yang ada atau yang
disediakan dosen/guru/instruktur untuk berdiskusi atau bertanya jawab sangat
terbatas. Biasanya kesempatan yang terbatas ini juga cenderung didominasi oleh
beberapa peserta didik yang cepat tanggap dan berani. Keadaan yang demikian ini
tidak akan terjadi pada pembelajaran elektronik. Peserta didik yang malu maupun
yang ragu-ragu atau kurang berani mempunyai peluang yang luas untuk mengajukan
pertanyaan maupun menyampaikan pernyataan/pendapat tanpa merasa diawasi atau
mendapat tekanan dari teman sekelas.
b.
Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja (time
and place flexibility).
Mengingat
sumber belajar yang sudah dikemas secara elektronik dan tersedia untuk diakses
oleh peserta didik melalui internet, maka peserta didik dapat melakukan interaksi
dengan sumber belajar ini kapan saja dan dari mana saja. Demikian juga dengan
tugas-tugas kegiatan pembelajaran, dapat diserahkan kepada instruktur begitu
selesai dikerjakan. Tidak perlu menunggu sampai ada janji untuk bertemu dengan
guru/instruktur.
Peserta
didik tidak terikat ketat dengan waktu dan tempat penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran sebagaimana halnya pada pendidikan konvensional. Dalam kaitan ini,
Universitas Terbuka Inggris telah memanfaatkan internet sebagai metode/media
penyajian materi. Sedangkan di Universitas Terbuka Indonesia (UT), penggunaan
internet untuk kegiatan pembelajaran telah dikembangkan. Pada tahap awal,
penggunaan internet di UT masih terbatas untuk kegiatan tutorial saja atau yang
disebut sebagai “tutorial elektronik”.
c.
Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (potential to reach a global
audience).
Dengan
fleksibilitas waktu dan tempat, maka jumlah peserta didik yang dapat dijangkau
melalui kegiatan pembelajaran elektronik semakin lebih banyak atau meluas.
Ruang dan tempat serta waktu tidak lagi menjadi hambatan. Siapa saja, di mana
saja, dan kapan saja, seseorang dapat belajar. Interaksi dengan sumber belajar
dilakukan melalui internet. Kesempatan belajar benar-benar terbuka lebar bagi
siapa saja yang membutuhkan.
d.
Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of
content as well as archivable capabilities).
Fasilitas
yang tersedia dalam teknologi internet dan berbagai perangkat lunak yang terus
berkembang turut membantu mempermudah pengembangan bahan belajar elektronik.
Demikian juga dengan penyempurnaan atau pemutakhiran bahan belajar sesuai
dengan tuntutan perkembangan materi keilmuannya dapat dilakukan secara periodik
dan mudah. Di samping itu, penyempurnaan metode penyajian materi pembelajaran
dapat pula dilakukan, baik yang didasarkan atas umpan balik dari peserta didik
maupun atas hasil penilaian instruktur selaku penanggung-jawab atau pembina
materi pembelajaran itu sendiri.
Pengetahuan
dan keterampilan untuk pengembangan bahan belajar elektronik ini perlu dikuasai
terlebih dahulu oleh instruktur yang akan mengembangkan bahan belajar
elektronik. Demikian juga dengan pengelolaan kegiatan pembelajarannya sendiri.
Harus ada komitmen dari instruktur yang akan memantau perkembangan kegiatan
belajar peserta didiknya dan sekaligus secara teratur memotivasi peserta
didiknya.
E-learning
mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi pelajaran.
Demikian juga interaksi antara peserta didik dengan dosen/guru/instruktur
maupun antara sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling berbagi
informasi atau pendapat mengenai berbagai hal yang menyangkut pelajaran ataupun
kebutuhan pengembangan diri peserta didik. Guru atau instruktur dapat
menempatkan bahan-bahan belajar dan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh
peserta didik di tempat tertentu di dalam web untuk diakses oleh para peserta
didik. Sesuai dengan kebutuhan, guru/instruktur dapat pula memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk mengakses bahan belajar tertentu maupun
soal-soal ujian yang hanya dapat diakses oleh peserta didik sekali saja dan
dalam rentangan waktu tertentu pula.
Secara
lebih rinci, Smaratungga (2009) mengungkapkan manfaat e-learning yang dapat
dilihat dari dua sudut yaitu:
a. Dari sudut
peserta didik
Dengan
kegiatan e-learning dimungkinkan berkembangnya fleksibilitas belajar yang
tinggi. Artinya, peserta didik dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat
dan berulang-ulang. Peserta didik juga dapat berkomunikasi dengan instruktur
setiap saat. Dengan kondisi yang demikian ini, peserta didik dapat lebih
memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
Manakala
fasilitas infrastruktur tidak hanya tersedia di daerah perkotaan tetapi telah
menjangkau daerah kecamatan dan pedesaan, maka kegiatan e-learning akan
memberikan manfaat kepada peserta didik yang:
belajar
di sekolah-sekolah kecil di daerah-daerah miskin untuk mengikuti mata pelajaran
tertentu yang tidak dapat diberikan oleh sekolahnya,
mengikuti
program pendidikan keluarga di rumah (home schoolers) untuk mempelajari materi
pembelajaran yang tidak dapat diajarkan oleh para orangtuanya, seperti bahasa
asing dan keterampilan di bidang komputer,
merasa
phobia dengan sekolah, atau peserta didik yang dirawat di rumah sakit maupun di
rumah, yang putus
sekolah tetapi berminat
melanjutkan pendidikannya, yang dikeluarkan oleh sekolah, maupun peserta
didik yang berada di berbagai daerah atau bahkan yang berada di luar negeri,
dan tidak tertampung di sekolah konvensional untuk mendapatkan pendidikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar